Labels

Jun 26, 2015

(Untitled)

You can die of a broken heart -- it's scientific fact -- and my heart has broken since that very first day we met. First because the distance, but I took it easily. Second because I took everything too seriously. I can now feel aching deep behind my rib cage each time I think about you. I heard that's what happened on the first time people broke up with someone they really love. It's no use to tell you how much I love you now. I should use past tenses.

People say women are created from men's ribs. Under his arms to be protected, near to his heart to be loved. I thought I was yours. I'm so silly to keep believing it. I've told you, I took everything too seriously. I don't blame anyone because of it, it's all my fault.

Sometimes the only one who can mend a broken heart is the one who broke it. I won't ask you to fix me. Some other time the one who can mend a broken heart is a new 'someone'. I don't choose both. My life is still going on and it will stop when I die. I haven't died yet. I choose to keep on walking with that broken heart.

I don't remember any dreams without you. I don't remember any memories without you. I don't remember when it started. I wanted to go to see the world with you, I wanted to meet a lot of people with you, I wanted to live with you. Now I try to remove 'with you' things behind my dreams. I start a new beginning alone. I want to go to see the world. I want to meet a lot of people. I want to live. 

I want to see the real things about love and happiness.

I don't know if I want to meet someone and love someone again. I don't think I want. Love is dangerous thing. It could make you barely sleeping for two reasons :  1. It brings you to the air, 2. It throws you to the ground. I have ever felt both and I have enough. Love is healing and also hurting. I want to keep away from it.

Anyway, you will go on. My time with you is done already. You have found someone who can give you more life and happy times. If you love someone you have to keep her by your side, you have to make her feel she's really yours and show it to people, don't hide her. Honestly, I am not happy! I am not happy that you are not mine, I am not happy that you are with somebody else. But that's mean, all I can do is wishing you are happy in your own way. It's all ok for me, I'm ok to be alone. 

People who broke up sometimes stay strangers forever. I have at least the memories with you which I can't remove, and I can't loose the way I feel about you. If I'm lucky, I can keep those memories and feelings for myself until the death buries me back to the ground. If I'm not, that's also okay because you have forgotten those too.

Sadly to know, I'm your easiest hello but not your hardest good bye.

The one who is now a stranger,
Dinar.


Jun 24, 2015

It Is Not Like The Movie~

Selama liburan ini saya jadi tidak produktif. Padahal pas UAS sok-sokan bikin to-do list liburan gitu, sambil ngomel-ngomel 'duh... pokoknya kalo liburaaan... harus bla-bla-bla-bla.....' Sekarang pas udah punya (terlalu) banyak waktu, yang ada malah tidur, tidur, tidur, makan, tidur. Mandi cukup sehari sekali aja. Online, cek socmed, cek blog, latian prancis/jerman nggak pernah. Baca buku seminggu dua kali. Sisanya nonton serial Larva terus balik tidur lagi. Mungkin besok saya akan dipecat jadi anak.

Oh ya, ngomong-ngomong tentang buku ya, kemaren harusnya saya bikin review buku-buku yang udah selese dibaca. Sek ya, sek males. Ehehe

Oke-oke, jadi pas kemaren buka-buka lepi yang udah-bolak-bolak-diservis-tapi-masih-ada-aja-yang-bermasalah-tapi-aku-tetep-cinta-kamu-laptop *salah fokus* akhirnya malah keasikan nonton film. Jadi berasa dvd-marathon gitu lho, cuma ini nggak pake dvd ataupun dvd player. Nggak ada snack, nggak ada kopi-teh-coklat-es jeruk-soda gembira, nggak ada pyjamas party, nggak ada temen nonton, pokoknya nggak ada apa-apa. Iya, saya jomblo *yang nanya?*

Eh lupa ding, kan lagi puasaan, jadi emang snack lagi dilabelin haram selama siang hari dan halal ketika terdengar adzan maghrib.

Lanjut. Pas nonton film gitu, bukan sekali-dua kali-tiga kali-empat kali gitu terus sampe kucing mau kawin sama gajah, ada kepikiran tentang hal-hal di film yang nggak masuk akal, tapi kita iya-iyain aja. Ya ini emang kayaknya saya yang agak bego, udah tau film masih aja dibahas lagi. Tapi beneran lho, alangkah serunya jika

Pernah nonton Sucker Punch? Di situ ada Emily Browning. Kenal Emily Browning? Kalo kenal bagi nomor hapenya dong... sapa tau kita bisa jadi sohib karib. Oke, jadi ada adegan si Emily bertarung hebat. Dia ngelawan banyak musuh-musuh yang bener-bener nggak imbang. Jadi dia sampe kebanting-banting, jatuh keperosok sana-sini, tapi DIA GA LECET GITU LHO!! 0____0 Dia tetep mulus gitu aja lhooo coba kalo saya yang main kan udah masuk ambulans duluan sebelum pegang senjata T.T

Atau Hermione Granger. Pas di Harry Potter 3 (males nulis judulnya kepanjangan) pipinya dijait, tapi dia tetep mulus aja gitu lho setelah beberapa lamaaa... nggak ada bekas. Apa diilangin pake sihir ya? ._.

Ya gitu. Coba kalo hal-hal gini kejadian di dunia nyata kan meskipun udah bolak-balik saya luka-luka tapi tetap kembali mulus seperti newborn baby :'))

Jun 9, 2015

Broke Up

What a loss to spend that much time with someone, only to find out that she's a stranger - Eternal Sunshine of the Spotless Mind

What a loss to spend that much time with someone, only to find out that he's a stranger.




May 10, 2015

Kemarin ke ITX

Iya, jadi kemaren ke ITX. Semacam acara Jepang gitu.

Saya dateng ke sana rame-rame sama temen kuliah. Berhubung saya bukan penggemat Jepang atau penggemar cosplay, jadi dateng ke sana dalam rangka menghilangkan kebosanan dan cuci mata kali aja bisa dapet pacar. Nggak dapet pacar sih, tapi emang dapet banget quality time sama diri sendiri aja. Btw lumayan lho, dapet voucher-voucher gitu, padahal pas beli tike presale-nya cuma 15k saaaajaaaa! *sanjung panitia*

Oke, jadi pas sampe sana lagi ada musik-musik gitu, musik Jepang yang jelas dan karena kuping saya bukan Japanese friendly jadi saya nggak paham mereka nyanyi apa, kayaknya kebanyakan lagu-lagu dari anime-anime gitu. Para cosplay muncul dari beberapa sudut dan mulai heboh banyak orang minta foto-foto, karena this isn't my stuff, jadi saya cuma ngeliatin aja. Terus entah ada apa, penonton pada lari ke deket panggung, dan saya memilih tetap duduk di tempat sampe sekitar 30 menit-1jam an.

Pas lagi asik gitu, keinget ada film yang diputerin di movie room IT, dan saya dapat 1 tiket movie gratis jadi saya langsung cuss ke sana. Awalnya ngajak temen-temen nonton tapi mereka lebih suka nonton cosplay gitu jadi yaudah. Ini salah satu alasan saya dateng ke IT btw, mereka emang biasanya muterin film gitu, tapi taun lalu saya nggak nonton karena tiketnya bayar T.T Sekarang mumpung dapet free pass, jadi ya budal.

Judul film yang saya tonton itu When Marnie Was There, studio Ghibli tjoy. Tapi pas selese nonton kok nggak dapet gregetnya ya? Emang ada rombongan mas-mas gitu dan mereka agak berisik nontonnya. Mending nonton sendiri gitu di rumah, mungkin lebih nendang. Sempet ada insiden mati lampu juga lagi, itu nggak seru banget. Agak mengecewakan sih, apalagi pas filmnya lagi di tengah-tengah gitu. Tapi yaudah dimaafkan saja, tak ada yang sempurna kan? Keluar dari ruangan film, mulai kelaparan. Salah satu tujuan ke IT emang cari makanan yang nggak tiap hari bisa di makan, toh?

Pilihan pertama jatuh ke... pizza mini (yang emang mini banget, habis dalam satu kali gigit) dan macaroni schotel. Dua makanan 10 ribu. Emang agak nyelentang gitu, di acara Jepang beli makanan western. Gapapa, enak banget macaroni schotelnya. Masih laper, pengen okonomiyaki tapi antrinya boooo' nggak tahan, keburu ngais-ngais tanah karena kelaperan.

Agak sorean setelah sedikit menahan diri, melewati stand makanan Asia (mostly Jepang dan Korea). Ada stand yang jual snack a la Korea gitu jadi saya liat-liat karena penasaran. Seperti toko-toko biasa, ada mas-mas pramusaji nawar-nawarin makanan, saya nawar balik sambil bilang "nggak enak uang kembali ya mas?" eh habis saya ngomong gitu langsung dikasih tester semacam dumpling gitu, wenaaak! Akhirnya karena pengen nyobain yang namanya 'Kimchi', saya beli satu paket Korean snack, 10 ribu udah dapet beberapa dumplings, kimchi, salad dan entah apa namanya pokoknya ada 5 macam snack dalam satu wadah. Saya minta pedas sama mbaknya. Pas saya makan... setan! Pedes banget! Kimchinya aaaaasiin! Tapi karena nggak tau rasa kimchi yang asli itu gimana, jadi yaudah saya nrima aja.

Babak berikutnya saya udah ngumpul bareng temen-temen lagi. Dan masih lapar. Jadi saya cuma jalan-jalan aja keliling sama nemenin temen saya yang cosplay. Jam 6 malem, beli takoyaki. Pengennya takoyaki yang isinya tuna, tapi abis, akhirnya beli yang ayam. 10 ribu aja. Tapi buseeeet gede-gede banget takoyakinya. Perut saya udah hampir jebol, kekenyangan.

Jam setengan 8 pulang dan langsung tidur. Oh, my kind of day.

May 8, 2015

Mahasiswa Bukan Mahabarata : Sebuah Catatan

Sebelum masuk ke intinya, saya mau curhat dulu. Pas buka akun blog dan lihat jumlah viewer saya bulan lalu adalah.... 150 orang, saya kaget. Ternyata ada banyak orang yang liat ya. Well, mungkin lebih pas angkanya kalo saya kurangi sekitar 30-50 viewer, karena itu kayaknya saya yang suka refresh page di laman saya sendiri ._. 100 orang ini mungkin tersesat dan setelah buka blog ini... makin tersesat.
 
Akhirnya libur telah tiba. Selama hari-hari akhir kuliah kemaren, lagu Tasya 'Libur Telah Tiba' banyak di-request. Para anak gembala ini ingin segera menyembelih hewan ternak mereka di kampung halaman rupanya. Pergilah mereka ke alam di mana mereka seharusnya berada. *anak gembala apa mahluk kasat mata? -_-* Buuuut, here I am! Menuntaskan janji saya untuk bikin review satu tahun sebagai mahabarata mahasiswa.

Ospek Nih Ciyeeeeee
Jadi segala macam perkuliahan tidak akan jadi nikmat jika tidak ada ospek. Ibaratnya kalo mau makan nasi Padang, lebih nikmat cuci tangan dulu. Karena 'ospek' itu terdengar kurang menyenangkan dan ospek yang aneh-aneh itu tidak berlaku lagi, maka di kampus saya tercinta, namanya diganti jadi PKPT. Woh itu acara seru banget!

*Berikutnya acara ini akan dipandang dari kacamata mahabarata mahasiswa*

Sebenernya acara ini banyak manfaat, basic perkuliahan kayak peraturan, sejarah kampus, motivasi kuliah dan lain-lain dibahas di sini. Cumaaaaaaaaaaan, beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu yang ngasih materi sakti mandraguna, bisa bikin insomnia hilang. Audiensnya satu graha cakrawala, beribu-ribu anak. Pasti susah juga sih mendapat perhatian audiens. Tapi kalo didengarkan baik-baik, banyak banget pengetahuan yang didapat.

Pas PKPT gini kita kan ditaruh di gracak jadi satu, cuma dipisah berdasarkan jurusan, jadi bisa sekalian cari-cari temen baru! Lalu pas ospek fakultas, lebih wenak lagi karena emang udah nggak ada acara marah-marahan, bentak-betakan, tugas-tugas yang bawa tas karduslah, tas kreseklah, apalah. This is good actually and I'm supporting this a lot! Maksudnya, ketika ospek yang pake acara bentak-bentakan itu ditiadakan dan kami sebagai pupuk bawang kampus ini justru dirangkul bareng-bareng, diajak masuk ke lingkungan baru, kami jadi semakin PD, semakin respek gitu sama kakak tingkat dan bapak-ibu dosen.

Nah, pas PKPT gini biasanya dibagikan buku katalog-katalog sesuai dengan jurusan dan fakultas. Ini puenting banget, karena dari buku-buku itu kita bisa dapet gambaran secara umum tentang apa aja yang bakalan didapet pas kuliah, contohnya kayak mata kuliahnya apa aja di semester berapa, penjelasan secara umum mata kuliahnya, dsb.

BBS 2014
Pas semester ini saya emang ikut kepanitiaan bulan bahasa. Maklum, sebagai anak pupuk bawang yang baru gabung di kampus ini, saya harus banyak bergaul biar cepat dapat pacar. Intinya dari sini biar dapet temen sama dapet pengalaman. 

Acara ini seru banget, meskipun nggak seheboh acara festival kampus lain *jujur* tapi tetep juara! Tahun depan saya pengen gabung lagi dan berharap ditaruh di bagian acara gitu, biar lebih greget. Tapi kalo dikasih sekret lagi, saya nriman kok :"

Mata Kuliahnya Apa?
Saya lagi males nih menuliskan mata kuliah apa aja yang saya dapat di semester satu atau dua, haha! Yang pasti mata kuliah yang berhubungan dengan linguistik, sastra, dan pendidikan.

Dosennya Siapa, Gimana?
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke antar kelas atau antar angkatan. But whoops, I can't tell you the names! Tapi secara keseluruhan dosen-dosennya gaul-gaul. Gaul di sini artinya keren banget, sangat profesional dan ahli di bidangnya. Ini bukan promosi, folks, tapi saya merasa otak saya ter-upgrade gitu, meskipun nggak pinter-pinter amat sih saya. Tugas-tugas yang diberikan beliau-beliau ini juga seru sih, karena kebanyakan membaca.

Cuman ya ada macam-maca tipikal dosen, sih. Kayak gini :
- Ada yang kelasnya seru banget, dosennya memberikan materi dengan guyon-guyon yang menyenangkan.
- Ada dosen membiarkan mahasiswa aktif, jadi kadang kita debat sendiri, tapi kalo udah ke mana-mana ntar dosennya meluruskan, kelas begini ini menantang. Terus biasanya di akhir presentasi, mahasiswa akan bilang "Kami kurang paham, nanti mungkin pak/bu dosen akan membantu menjelaskan" wkwkw.
- Ada dosen yang sedikit memberi tugas dan paling banyak menerangkan *paling seneng nih begini!* Dosen seperti ini tugasnya enak banget, nggak nyusahin mahasiswa :'
- Ada dosen yang kalo menjelaskan ke mana-mana, dari materi satu lalu materi dua, lalu entah ke mana. Biasanya kalo dosen seperti ini, mahasiswa cuma 'iya-iya' 'ngerta-ngerti' tapi pas ujian ga bisa XD
- Ada dosen yang menyombongkan diri gitu, mentang-mentang, dosen kayak gini ini biasanya suka membuka perkuliahan dengan 'Anak saya, rumah saya, teman saya'. Ada loh yang gitu  pas di semester 1, karena begitu jadinya sedikit sekali materi yang diberikan ke mahasiswa, dan dosen kayak gini saya kurang suka :/
Ada dosen dari semester satu yang ngajar lagi di semester 2, untungnya dosen yang ngajar dosen yang enak. Juga di semester 2 ada beberapa dosen yang masih muda. Kebanyakan dosen kayak gini suka ngasih banyak tugas, banyak tuntutan, galak, tapi kalo menerangkan enak banget, mungkin karena masih muda, ya *ini hipotesa sotoy ala mahasiswa*. Ada lagi dosen masih muda juga, kalo menerangkan enak banget. Wah, perfecto! Tapi kalo ngasih ujian susah T.T

Ada yang Bertanya?
Saya bukan tipe anak yang aktif di kelas, saya jarang menanyakan hal-hal materi kuliah, terlebih lagi kalo materinya ada di buku. Saya biasanya takut dikira bodoh dan asbun. Malu lah, udah dibuku masih aja ditanyain. Saya biasanya bertanya kalo memang saya nggak tahu atau saya punya pendapat. Tapi entah kenapa, kebanyakan teman-teman saya yang lagi presentasi menganggap 'it's the end of the world' ketika saya bertanya.

Satu hal yang saya ingat, at one point ketika saya mengacungkan tangan, si tertanya ini nge-chat di grup. Intinya dia mengingatkan agar jangan bertanya yang susah-susah, kasian mereka yang ditanyai. This was quite offensive, simply because it was me who got them in trouble that day. Saya agak merasa sedih sih, karena ultimatum ini berarti saya harus membatasi dan mengendalikan pikiran saya, agar apa yang keluar dari otak saya ini nggak menyulitkan orang lain.

Opinions, man! I have them too in my head! Saya sepenuhnya sadar bahwa opinions inilah power saya, bukan "being pretty" atau "being funny". 

Teman-teman Baru
Ketika saya tahu saya nggak jadi kuliah di Jogja, cuma kuliah di Malang, saya emang agak merasa bersedih. Secara, kalo kuliah di Malang, saya akan bertemu dengan teman-teman SMA, SMP, SD yang satu jurusan. Tapi ternyata nggak juga. Kebanyakan temen-temen kuliah saya dari luar Malang, seputar Jatim-lah.

Sebelum kuliah, masih jamannya ngebimbel dulu saya sering mendapat cerita-cerita dari teman-teman saya yang lain tentang nggak enaknya temenan sama mereka. Ternyata juga, saya nggak mendapat teman yang semacam itu. I got cool friends, dan mereka bener-bener asik diajak temenan.

Organisasi
Saya mendaftar lho jadi anak HMJ, dan lolos sebenernya setelah tes interview. Tapi saya mengundurkan diri. Alasan saya : mencoba konsisten. Jadi ceritanya saya melamar untuk posisi di pengmas dan KWU, lalu saya ditanyai : kalo nggak di dua-duanya? Ya saya jawab, saya mundur aja.  Ternyata bener, kan. Saya ditaruh di tempat yang bukan pilihan saya.

Ini alasannya. Pertama, bukan karena saya nggak suka tantangan baru, lho. It's all about 'do what you love and love what you do'. Takutnya, ketika saya diletakkan di tempat yang saya kurang suka, saya malah mengacaukannya. Kedua, tugas utama ngampus itu kuliah, tapi bapak saya bilang, 'ikutlah organisasi kalo itu bisa membawa manfaat buat kamu dan manfaat untuk masyarakat'. And I think, yea that's true, so with sad feelings.. I dropped it :"

Bukan berarti saya tidak mau keluar dari zona nyaman, saya mau keluar dari zona nyaman ketika saya tidak harus mengorbankan apa yang penting dalam hidup saya. I don't want to lose something which is worth to fighting for. Kuliah adalah salah satunya.

Being in Class
One thing I keep on my mind as a freshman is Aristotle's quote : The only true wisdom is in knowing you know nothing. Quote ini yang saya bawa masuk ke kelas. Selama setahun ini kebanyakan orang menganggap saya 'a straight-A student' padahal kalo saya ini digambarkan secara matematis jadinya gini :

ambisius + idealis + perfeksionis + kepo 

Sometimes it turns out good, sometimes not. Saya pernah merasa kecewa dan menyesal ketika hasil untuk mata kuliah Menyimak Kritis keluar, saya merasa tidak bekerja keras. Atau ketika DDM, atau MTI keluar agaknya saya sedikit bersedih juga, saya merasa saya sudah bekerja keras tapi yang muncul ya begitu saja. But I've told you, folks, saya orangnya nriman. Now I'm waiting for the 2nd semester results. Harapannya sih bagus-bagus. 

Summary
First year, 1st semester and 2nd semester, AWESOME!  Yah, emang kebanyakan tulisan ini dipandang dari view yang sangat sangta subjektif. But hey, it's just me anyway! Saya ini mahasiswa, bukan mahabarata. Tapi sama-sama lagi perang biar dapat ilmu yang bermanfaat dan nilai yang baik, nggak seheboh perang Baratayuda sih. Let me close this with this wonderful quote :

We’re too smart not to be cynical. But let’s be smart enough to be idealistic as well

- Sophia ChuaRubenfeld-

Salam, 

Meidinar.

Apr 27, 2015

To-Read List for Holiday... by Me.

Fellas, people, helllloooooo! Let me inform you all that this week I have four days for final exams and after that I can be free from this... dungeon. Kidding, it's just university. I know it is not important you, anyone! But I am soooo happy, I could die! :333 So what's the problem if I tell you about it? *don't answer! It's a rethorical questions*

I have few plans tho for this break. Well, it's not well arranged yet, but I do know what I wanna do, at least for the next three months. Let's hope I don't die of boredom. In other side, I have broken up with Janne :" May he rest (from this relationship) in peace. I hope you are happy now, babe.. I mean 'dude'. And I hope he will read this blog sometimes! :p

Anyway, let's focus on the purpose why I want to bother myself to write this goddamn post, while tomorrow I have a bloody exam. Why? Because I am so excited! Soooooo excited, not because tomorrow is the second day of final exam, but there are some books waiting for me to read them this holiday :p OK, it sounds good tho.. and at some point it sounds lame for avid readers out there. Hey, I'm just enjoying myself, I don't care what people would say about this.

So here are the books on my list :

1. Cinta di Dalam Gelas (Andrea Hirata)

This is an interesting book, because there are actually two books in one package. I did read the Padang Bulan, so this holiday I must finish the other side of the book.

2. The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World (Eric Weiner)

Ahah, I bought this book when I was still a high school kid. I know I must finish this book now or never. I have read it actually, but I have always stopped in the middle of the book. I think I got lost and now I have to go back from the start, for the second time.

3-4. The Buru Quartet (This Earth of Mankind - Bumi Manusia and Footsteps - Jejak Langkah, but I haven't bought the other two books of this quartet yet : Child of All Nations - Anak Semua Bangsa and House of Glass - Rumah Kaca) by Pramoedya Ananta Toer

When I bought these books, my father seemed unpleasant. Everyone knows Pramoedya! These books are serious one, I see, but I really really want to read these books. I need to up grade this brain. I read the reviews, and maaan, it looks so damn good. I haven't bought the second and the fourth book, tho. First, because those books were sold out and second... I don't have enough money :p

5.  Please Look After Mom (Kyung Shook Shin)

I was surprised when I found this book was sold for Rp20.000,00 only! I went on internet and read the review, man it's so good, it even has more than 3 stars on goodreads (not four, but 3.7) so I bought it immediately. I don't read book which is written by asian author much actually (and by asian, I mean other authors than Indonesian), this book will be my second. I have no certain reason, not because I am a racist or what. Maybe because I don't find many Asian's translated books that I'm interested into. My bad. The first asian's book I read was... Soji Shimada's Tokyo Zodiac Murder. It was a very good book! I even cried in the last part of the book. Now let's give a try to this book :)

Okaaaay! Oh, I'm too lazy to post any pictures of it :p So, this is all, people, for the book stuffs. I will try to write some reviews of the books when I finish reading it. And also my first year in university review, I won't forget. So, okay. Have a nice day, and wish me luck for the exams! :)

Apr 4, 2015

Patah Hati Maksimal

Seminggu yang lalu, saya ngegodain Ika habis-habisan gara-gara Zayn Malik keluar dari 1D. Sebagai orang yang nggak nge-fans sama 1D ini adalah bahan yang mengasyikkan untuk ngerjain temen yang suka suka suka banget sama 1D *Take a note that I am not a hater either! I was joking around*

Si Ika emang kayaknya rada kesel gitu gara-gara Zayn keluar. Dan saya pun move on dari perkara Ika dan Zayn Malik. Saya kembali hidup normal, tenang, bahagia, syalala.. sampai akhirnya hari ini saya ingat semua makalah yang harus dikerjakan saya buka facebook. Ada notif komen dari status mbak-mbak ND yang menge-tag saya, itu udah lama banget, sekitar setahun lalu kalo nggak 2013. Saya baca komen-komen barunya...

Ada link ini

Saya nggak ingat makalah saya lagi. Saya cuma nangis. Nangis sambil izin repost.

I just can't believe it. I've been listening to them since 2008, I was only 13 years old girl. I was only middle school kid. I remember I had bad times back then in high school and their songs took me away from my life. I also remember back then in 2009 when Ryan and John left the band, I read them on the newspaper. I cried.. so hard. Ryan was my favorite member of the band and he made me dreaming that someday I could date someone like him.

After that, P!ATD isn't the same for me. Their songs aren't as great as before. Something was different but I wasn't sure what that was. I prefer their old songs than the songs on their 2 newest albums. 'Vices & Virtues' was quite good tho, but I just don't listen to 'Too Weird to Live, Too Rare to Die!' so much. I only like one or two songs in that album. Don't get me wrong, I am now almost 20 and still listening to them, their old songs mostly tho.

No Ryan, no Jon, and now no Spencer. This news hurts my heart. I know it's a cliche but I grew up with this. Anyway, I am just a fan.