Labels

Jan 1, 2015

My New Year Message

2014 was only few times ago. I've been wondering and sorting things.. mostly about what have I done in the past 365 days. In the end, there are "wow I can't believe I did it!' things and "aww I should have done it" things. Like.. I can't believe I (finally) started learning French, I can't believe I got into university, but the other thing was like.. I should have studied harder, I should have learnt Finnish. But seriously, I have noooooo regret! No regret at all.

2015 is here now but I haven't made any resolution yet! It seems quite obvious that "stop procrastinating" still the first on the list haha! I was thinking to replace it with "stop being lazy" tho, but I realized that it's just the same thing. I am truly the human version of sloth.

Sometimes I ask myself, what are we actually celebrating? It's a celebration which marks a new beginning. Oh come on.. if it is that simple, then we should celebrate "new day" too! Doesn't that sounds cool, we celebrate every single day with fireworks and roasted corn? New day also marks a new beginning, doesn't it? What makes the difference is.. new year is celebrated on Dec 31, while new day is half heartedly celebrated because sometimes we forget about what day is today or what date is today.

Behind all of failures I had this year, I found a reason why I don't take new year as serious matter and think that new day is more important. I saw myself have no big differences than I was before. I lost a lot of chances to change myself because I thought "I could do that next year". It's not right. There are 365 days in a year and I procrastinated everything for 365 days. I set a goal to be a better person but I failed. Now it's crystal clear.

Everyone wishes for everything to be better, to get all the things we want, but we can't always get what we want. For example, me. I've always wanted tried to get into International Relations, but I ended up learning Indonesian Literature. I learnt that it is actually our task to see and make everything we get eventually be the best for us. Don't be greedy, be grateful instead!

We actually have the chance to change every day. We don't need to wait until Dec 31 to celebrate New Year just because it marks a new beginning. A new beginning starts every morning we wake up and determine ourselves to change. So from now on, my resolutions wouldn't only be made for one year term. I'd make it every day, every month, every 3 months, every 6 months, and everytime I want. I set my goal to show a positive difference at least from who I was yesterday.

And also.. I think it's not right to celebrate New Year with all those fun while somebody has just lost one or two family members. My prayers and thoughts go out to AirAsia's passengers and families, to Banjarnegara landslide's victims and families and other disasters happened in Indonesia from 2014.

But if you still want to celebrate NYE, here I send you boiled corn and boiled corn eaten with milk (pictures only, sorry :p)

Dec 25, 2014

Stand By Me Doraemon (Please, I'm Serious!)

Entah kenapa saya malah pengen bikin postingan yang ini dulu daripada postingan yang sudah saya persiapkan sejak lama tentang kuliah saya. Stand By Me Doraemon.


Saya nggak ingat kapan saya mulai nonton dan kenal Doraemon. Lamaaaaaa sekali, mungkin sejak TK atau sebelum masuk TK. Setiap Minggu mulai jam 6 pagi, saya duduk manis depan TV nonton kartun. Doraemon mulai jam 8 seingat saya. Komik pertama yang saya beli ketika umur 6 tahun juga Doraemon. Boneka pertama yang benar-benar saya pengen juga Doraemon. Saya emang nggak nge-fans banget sama Doraemon, but as a figure I grew up with, he is just special!

Kemudian film-filmnya bermunculan. Film pertama yang saya tonton adalah Doraemon: Nobita dan Legenda Raja Matahari. Terus banyak lagi yang muncul tapi saya udah nggak ngikutin lagi. Bosan. Dan juga karena saya udah tambah gede, udah jarang nonton Doraemon.

Ketika akhirnya terpengaruh gambar Doraemon versi 3D, saya nonton juga film ini. Pertamanya kayak nonton sejarah bagaimana Doraemon dan Nobita bertemu. Nggak banyak berbeda dengan yang kita tonton di TV atau baca di komik, tokoh-tokohnya yang muncul ya itu-itu aja. Nobita masih si anak pemalas kelas lima yang bisanya cuma nangis minta pertolongan Doraemon, Suneo dan Giant are still the bullies, Shizuka masih si anak cantik yang disukai banyak anak, dan yang lain-lain dan yang lain-lain.

Ketika sampai di bagian tengah menuju akhir, saya liat sisi lain Nobita. Bagaimana dia mencoba melawan Giant, gimana dia nolong Shizuka di tengah badai Salju, tanpa Doraemon. Bagaimana Nobita berusaha menjadi lebih baik demi masa depan dia. Ini belum pernah saya lihat di cerita-cerita Doraemon sebelumnya.

Ketika Doraemon bilang dia nggak bisa tinggal lagi dengan Nobita, saya juga merasa kehilangan. Aneh rasanya lihat Nobita nggak sama-sama Doraemon. Rasanya kayak.. Doraemon nggak cuma ninggalin Nobita, tapi saya juga! Kayak.. nggak bakal liat lagi Doraemon. Saya nggak mau!


Film Stand By Me Doraemon ini benar-benar seperti mesin waktu di dalam laci Nobita. Saya merasa diajak kembali ke masa kecil saya dengan setting hari Minggu pukul 8 pagi di depan TV. Bedanya, saya nangis nonton film ini. Saya nggak ikhlas kalau Doraemon meninggalkan Nobita, meninggalkan kami yang pernah menghabiskan pagi liat bagaimana Nobita bermanja-manja dengan Doraemon minta dikasih gadget dari abad ke-22 buat merebut hati Shizuka atau ngalahin Giant dan Suneo.


Setelah sekian lama saya bosan, sekarang saya tidak pernah sesayang ini dengan Doraemon.


10 out of 10? Nah, 12 out of 10! :')


pict : everywhere on Internet

Dec 13, 2014

Setahun

Tanggal 6 kemaren, saya mimpi lagi jalan-jalan dalam sebuah lorong, terus ketemu seseorang. Saya menyapa dia, "Hai Dan!", gitu. Dia balas melambaikan tangan juga. Terus pas saya lihat lebih dekat, ternyata orangnya udah tua, rambutnya udah putih. Orang itu cuma senyum aja.

Tanggal 6 Desember, setahun lalu, hari itu hari kecelakaan kamu ya, Dan?
 


Nov 28, 2014

Akhir Semester Is Heeeereeeeee~

Masih banyak yang mau dikerjain : artikel ini itu, portofolio ini itu. CUMA TINGGAL SEMINGGU BUAT GARAP GINIAN TUHAAAAN DI MANA KAU BERADAAAA T.T

Btw ntar saya mau bikin review semester pertama ah, biar gaul. Yuk babay.

*Nge-Update juga*
Oiya, nungguin Ken bikin Liebster Award, cuma punya Fito dan Locen yang udah jadi. Baca di sini punya Fito dan baca di sini punya Celina pokonya visit blog mereka yah, seru pol isinya! 

Oct 26, 2014

Cuma Prakiraan Cuaca

Cuaca akhir-akhir ini labil banget.. yang mendung tapi ga ujan, yang cerah tiba-tiba ujan, yang cerah tapi ga ujan, yang ujan tapi ga cerah (yaelah.. *facepalm*). Jadi, biar pepatah "sedia payung sebelum hujan" bisa jadi "literally", saya googling prakiraan cuaca buat seminggu ke depan.

Tapi emang dasar iseng, saya juga googling prakiraan cuaca di kampung mas bule, Finlandia. Walhasil, lihatlah capture-an saya di bawah ini..

Finlandia - Indonesia
Tuhan Maha Besar! *-*

Oct 19, 2014

Laptop Rusak :((

Mamamia!

Sebenernya ada banyak banget yang pengen ditulis, cuma karena tugas numpuk dan harus dicicil kebarengan sama acara Bulan Bahasa Sastra, jadi... haaaaahhh... tunda lagi ngeblognya.

By the way, hari ini ceritanya pengen nulis sedikit.. gara-gara mas bule yang sebelumnya bilang excited tapi malah tidur seharian hari ini.. yang pas banget ulang tahun ke-3. Jangan percaya pria seutuhnya, wahai para tuna asmara! *lah kenapa malah nyebut tuna asmara? -_-*

Nah, kegiatan menulis ini juga terhambat.. gegara.. laptop.. yang sudah menemani saya 4 tahun terakhir.. rusaaaakkkk :((( LCD-nya pecah gitu, man! Dan pas banget lagi ga punya duit buat bawa ke mas-mas tukang servis lepi, buat ganti LCD.. hiks. Jadi harus nabung dulu gitu. Mana katanya kalo ganti LCD selain mahal, lama lagi servisnya. Bisa sebulan katanya, Mak! Mak, gimanalah ini tugas Sejarah Sastra Indonesia dan Filsafat Ilmu-ku, Mak!? Keluar ingus lewat mata lah saya bisa-bisa *itu namanya air mata, bukan ingus, lebay*

Btw inilah penampakan laptop  sesudah LCD-nya pecah

Bukan sulap bukan sihir! Lihat yang dilingkar merah!


Keren bok! Itu pecahnya heboh banget sampe kayak kebelah gitu layarnya. Kayaknya alamat nunggu akhir taun ini benahin laptopnya *elus laptop, elus dompet*. Sekarang laptop ini nggak lagi dibawa ngampus, jadi kalo ngerjain tugas dadakan.. pinjem temen, muahaha! Abis takut ntar makin parah, kan sakitnya di sini *elus kantong*

P.S : Ada yang tahu tempat jual LCD sekalian pasang yang murah ga? Daerah Malang gitu.. sekalian kalo bisa harganya di bawah 500k gitu? *yeee nawar -_-*




Oct 4, 2014

Meniti Bianglala

Minggu lalu saya baca buku judulnya "The Five People You Meet In Heaven" hasil pinjeman di puskot (perpus kota). Di Indonesia, buku ini judulnya "Meniti Bianglala".

Ada beberapa jenis buku yang mempengaruhi saya. Hunger Games series misalnya.. buku yang ceritanya bisa saya bawa dalam mimpi. To Kill A Mockingbird (Harper Lee) dan The Confession (John Grisham) buku-buku yang bikin saya jantungan karena ceritanya luar biasa.

"The Five People You Meet In Heaven" adalah tipe buku yang membuat saya menangis.


Secara garis besar, ceritanya tentang Eddie yang meninggal dalam sebuah kecelakaan di taman hiburan, kemudian ia bertemu 5 orang dalam alam baka. Lima orang tersebut adalah orang-orang yang pernah "bersinggungan" dengannya ketika Eddie masih hidup dan masing-masing akan mengajarkan pelajaran hidup.

Kesampingkan sebentar saja perkara surga dan neraka. Saya bukan penganut kepercayaan Buddhist, Taoisme dan Confucian. Buku ini mengandung 3 unsur itu.  Bacalah, bukan masalah agama ini, tapi masalah bagaimana kita seharusnya memaknai hidup.

Bagian yang membuat saya menangis adalah.. ketika Eddie ketemu orang kedua, Kapten. Ketika si Kapten bilang bahwa ketika kita mengorbankan sesuatu yang berharga, kita tidak benar-benar kehilangan hal itu. Kemudian si Kapten bilang,

"Aku menepati janjiku. Aku tidak meninggalkanmu."

Sebelumnya, Kapten bilang sama prajuritnya kalo di medan perang, dia nggak bisa janji bakal membawa mereka pulang dengan selamat, tapi dia janji sama prajuritnya, nggak akan ada prajurit yang ditinggalkan. Si Kapten mengorbankan dirinya. Dia mati.. nginjek ranjau darat... *saya coba nahan air mata T.T*

Buku ini mengingatkan saya pada seseorang. Pas sekali, Ken kemaren posting tentang dia juga.

Dany.. Semoga kita ketemu lagi ya..

""It is because the human spirit knows, deep down, that all lives intersect. That death doesn't just take someone, it misses someone else, and in the small distance between being taken and being missed, lives are changed."

- The Five People You Meet In Heaven (Mitch Albom)